Bencana alam di Sumatra seperti banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sering dikaitkan dengan dua faktor utama:
1. Deforestasi (penggundulan hutan)
Pembukaan lahan untuk perkebunan, tambang, dan industri menyebabkan:
Akar pohon hilang → tanah kehilangan daya ikat
Air hujan tidak terserap → limpasan air meningkat
Sungai menjadi dangkal karena sedimentasi
Akibatnya, risiko banjir bandang dan longsor meningkat drastis.
2. Konflik agraria
Perebutan atau ketidakjelasan hak atas lahan membuat:
Alih fungsi hutan menjadi lahan ilegal atau tak terkendali
Tata kelola lahan tidak berkelanjutan
Minim pengawasan lingkungan
Gabungan dua faktor ini merusak fungsi alam sebagai “penyangga bencana”, sehingga saat hujan lebat, wilayah tersebut lebih mudah mengalami banjir dan longsoran.